Rumah-Produk- Jahe - Jahe Kering-

Konten

video

Jahe Muda Segar Udara Kering Harga Jahe Kuning Kering

Waktu dan Cara Budidaya JaheJahe merupakan tanaman herba abadi yang termasuk dalam famili jahe dan genus jahe, dikenal dengan rimpangnya yang tebal, berair, dan pipih sehingga mengeluarkan aroma khas dan rasa pedas. Ini adalah bumbu yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat memasak. Mari kita belajar bersama tentang waktu dan cara budidaya jahe.

perkenalan produk

perkenalan produk

Waktu budidaya jahe

Jahe biasanya menyukai iklim hangat, dan pertumbuhan serta pembentukan umbinya memerlukan suhu yang lebih tinggi. Suhu perkecambahan sebaiknya di atas 16-18 derajat, dan 20-27 derajat merupakan kisaran suhu optimal untuk pertumbuhan jahe. Ketika suhu rata-rata sebulan mencapai 24-29 derajat, pertumbuhan akar dan batang paling pesat. Jika suhu di bawah 15 derajat, pertumbuhan jahe akan terhambat, bahkan di bawah 10 derajat, ada risiko pembusukan umbi.

t01a08f15ee0807f781

 

t01a5c5e542e17acff6

Oleh karena itu, waktu tanam jahe harus ditentukan sesuai dengan kondisi suhu setempat, dan waktu tanam yang sesuai mungkin berbeda-beda di berbagai daerah. Biasanya jahe disemai belakangan. Misalnya, di Guizhou, penanaman cocok dilakukan pada awal hingga pertengahan Maret di daerah hangat, setelah pertengahan April di daerah sejuk, dan pada awal Mei di daerah sejuk. Jika teknologi penutup film plastik digunakan, waktu tanam dapat diperpanjang.

 

Cara budidaya jahe

1. Pemilihan lahan

Jahe memiliki sistem perakaran yang dangkal dan jangkauan sebarannya terbatas sehingga memerlukan tanah subur yang dalam dan kaya bahan organik. Tanah lempung yang subur dan gembur atau berpasir, serta tanah yang kaya akan humus, sebaiknya dipilih untuk menghindari penggunaan tanah-dataran rendah atau tandus yang lengket dan lembap. Jahe tidak cocok untuk ditanam terus menerus dan harus dirotasi dengan sayuran lain selama lebih dari tiga tahun untuk mencegah penyakit.

t01a6509983afa4f578

 

t01a15173856a638254

2. Persiapan dan pemupukan tanah

Jahe memiliki masa pertumbuhan yang kuat dan membutuhkan pembajakan tanah yang dalam untuk mendorong pelapukan dan pelonggaran, sehingga bermanfaat untuk perkembangan akar. Jahe membutuhkan pupuk dalam jumlah besar, dengan sekitar 2500 kilogram pupuk kandang yang sudah membusuk, 50-100 kilogram pupuk bungkil yang difermentasi, dan 50-100 kilogram pupuk fosfor yang diberikan per hektar.

 

3. Pengolahan biji jahe

Pilihlah jahe bongkahan yang bentuknya pipih, warnanya bagus, ruasnya pendek dan besar, serta bebas hama dan penyakit sebagai bibit, dengan jumlah tanam sekitar 150-250 kilogram per hektar. Rendam biji jahe dalam larutan abu tanaman atau campuran Bordeaux untuk disinfeksi.

Jemur selama 2-3 hari hingga kulit jahe menjadi kering dan putih. Berkecambah di lingkungan yang hangat, menjaga kelembapan dan suhu yang sesuai hingga tunas muda tumbuh sekitar 1 sentimeter.

t01b85b8ad2a30ee23d

 

t01c1e4471ebf2a221e

4. Metode budidaya

Cara budidaya jahe antara lain budidaya kotak tinggi dan budidaya punggung bukit. Saat menabur, letakkan kuncup menghadap ke atas dan tutupi dengan tanah setinggi 5-6 sentimeter. Budidaya kotak tinggi cocok untuk daerah dengan muka air tanah tinggi, sedangkan budidaya punggung bukit cocok untuk lahan bertingkat atau lereng dengan muka air tanah rendah dan ventilasi baik.

 

Kelola Jahe

1. Naungan: Jahe lebih menyukai naungan, jadi naungan harus dibuat setelah disemai. Di musim gugur, ketika bagian bawah tanah mengembang, kerai dapat dihilangkan.

2. Pengelolaan air dan pupuk: Pemberian pupuk 2-4 kali sesuai pertumbuhan tanaman, dipadukan dengan pengolahan tanah dan penyiangan. Terapkan lebih sedikit pada tahap awal dan lebih banyak pada tahap pertengahan dan selanjutnya.

t01c7a202adb4f9c7b8

 

t01ca8303225ebd3cd5

3. Pengolahan tanah dan pengendalian gulma: Jahe lebih menyukai tanah yang gembur dan memerlukan pengolahan tanah yang teratur serta pengendalian gulma, dengan pengolahan tanah dalam pada tahap awal dan pengolahan tanah dangkal pada tahap tengah dan akhir.

4. Pengolahan tanah: Jahe mempunyai kebiasaan tumbuh ke atas dan perlu dibudidayakan berkali-kali untuk mengentalkan lapisan tanah dan mencegah bongkahan jahe tersingkap.

5. Pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit: Terutama untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hawar jahe, melaksanakan rotasi tanaman, desinfeksi blok benih, drainase lahan, dan pemindahan tanaman sakit secara tepat waktu.

6. Pemanenan: Pemanenan jahe dibagi menjadi tiga jenis: jahe lunak, jahe tua, dan jahe tanam, dan dipanen pada waktu yang berbeda sesuai kebutuhan.

Di atas adalah waktu dan cara budidaya jahe. Anda dapat memilih waktu tanam yang sesuai dengan lingkungan setempat, dan pengelolaan selanjutnya juga penting untuk mencapai hasil yang tinggi.

t01d0703de3118a0720

 

 

 

Tag populer: jahe muda segar udara kering harga jahe kuning kering, Cina produsen harga jahe kuning segar udara kering kering jahe, pemasok

Kirim permintaan

Kirim permintaan